tak laku tak apa - asal tidak murahan
tak ada duit tak apa - asal jgn tak ada maruah
tak popular tak apa - asal tdk gila glamour
tak kaya tak apa - asal tidak miskin akhlak
tak mewah tak apa - asal sederhana tanpa duit haram
tak cantik menawan tak apa - asal teguh menutup aurat
tak dipandang mulia tak apa - asal Allah beri rahmat dan redha <3 ^___^
aku belajar DIAM dari banyaknya BICARA,aku belajar SABAR dari sebuah KEMARAHAN,aku belajar KESUSAHAN dari hidup SENANG,aku belajar MENGALAH dari satu KEEGOISAN,aku belajar KEIKHLASAN dari KEPEDIHAN,aku belajar TAQWA dari KEKUFURAN,aku belajar TAWAKAL dari UJIAN,aku belajar REDHA dari satu KETENTUAN.
Doa ketika sedih yg teramat...
اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmatMu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.”
— HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42.
utuk sahabat2 semua!
<3 CINTA ALLAH CINTA ABADI <3YAKIN LAA AT ALLAH..WHEN WE REPAIR OUR RELATIONSHIP WITH ALLAH,ALLAH WILL REPAIR EVERYTHING ELSE FOR US ^_^ALLAHU AKBAR <3
Wednesday, December 14, 2011
Monday, December 5, 2011
saya pun! -.-
Saya pun,
ada benda saya mahu, Allah tidak beri.
Saya pun,
ada benda yang saya inginkan keadilan, saya tidak perolehi.
Saya juga dicerca,
dan tiada pula yang mohon kemaafan dan menebus salah.
Saya juga difitnah,
dan tiada pula yang mohon kemaafan membersihkan tanggapan yang salah.
Memanglah saya bukan orang yang rapat dengan kalian,
hanya mampu berpesan: "Sabarlah, Yakinlah."
Tetapi janganlah menyangka saya tidak memahami,
apa yang kalian lalui.
Kalaulah kalian tahu apa yang saya hadapi,
apa yang saya minta dan Allah tidak beri,
pasti tangisan kalian akan terhenti.
Kerana kecilnya ujian yang kalian hadapi.
Tetapi saya masih sabar dan percaya.
terus berusaha dan berusaha.
Mengapa kalian boleh pula,
memilih untuk berputus asa?
Jangan mudah melafaz: "Allah sudah tidak sayangkan kita."
Apalah yang kalian tahu akan luas kasih sayangNya ?
ada benda saya mahu, Allah tidak beri.
Saya pun,
ada benda yang saya inginkan keadilan, saya tidak perolehi.
Saya juga dicerca,
dan tiada pula yang mohon kemaafan dan menebus salah.
Saya juga difitnah,
dan tiada pula yang mohon kemaafan membersihkan tanggapan yang salah.
Memanglah saya bukan orang yang rapat dengan kalian,
hanya mampu berpesan: "Sabarlah, Yakinlah."
Tetapi janganlah menyangka saya tidak memahami,
apa yang kalian lalui.
Kalaulah kalian tahu apa yang saya hadapi,
apa yang saya minta dan Allah tidak beri,
pasti tangisan kalian akan terhenti.
Kerana kecilnya ujian yang kalian hadapi.
Tetapi saya masih sabar dan percaya.
terus berusaha dan berusaha.
Mengapa kalian boleh pula,
memilih untuk berputus asa?
Jangan mudah melafaz: "Allah sudah tidak sayangkan kita."
Apalah yang kalian tahu akan luas kasih sayangNya ?
Thursday, December 1, 2011
Bukan hatinya xpenah menangis
Hati manusia, walau sekeras mana pun pasti akan lembut. Tapi semua itu atas kehendak yang Berkuasa...
Dia tidak pernah menangis apabila dikutuk dan dikritik di hadapan khalayak. Baginya, menangis itu menunjukkan kelemahan. Walaupun hatinya terdetik,
"Ya Allah, apakah dosaku sampai aku diperlakukan sebegini."
Dia tidak pernah mengadu kepada sesiapa kecuali seorang teman yang dia amat percaya. Baginya, biarlah semua itu dipendam sendirian. Biarlah semua orang tidak tahu penderitaan dan sengsara yang ditanggung. Atas sebab apa? Manusia hanya pandai menilai melalui paras rupa, tingkah laku, cara percakapan tapi jauh di sebalik hati tiada siapa yang tahu.
Entah mengapa semakin hari dirinya merasakan kehilangan sesuatu. Bukannya kekasih ataupun sesiapa yang disayangi. Tapi kegembiraan yang selama ini dinikmati semakin jauh dibawa arus. Semua orang yang mengenali tahu dia seorang yang sabar, kuat dan jarang menunjukkan kemarahan dan kelemahan di hadapan sesiapa. Tapi hati manusia bergelar wanita tiada siapa tahu atau cuba selongkari. Dia terkenal di sekolah antara pelajar yang agak nakal, bukan daripada segi disiplin tapi nakal dari segi tingkah laku, suka kacau orang, suka gegarkan kelas, suka buat orang ketawa malah suka buat orang sakit hati. Tapi itu cuma sementara, untuk menutup kelemahan yang ada. Baginya teman di sekolah dan di sisi tidak sama. Di sekolah tempat dia bergembira tanpa kenal perasaan sedih tapi bila tiba waktu pulang perasaan sebak menanti di hati. Kenapa?
Kerana dia bukannya tidak pernah sedih....
Hampir setiap hari dirasakan masa sungguh pantas berlari. Sehinggakan setiap malam merintih pada-Nya memohon kemaafan dan keampunan atas dosa yang dilakukan. Baginya diri belum cukup sempurna selagi ada mata-mata yang memandangnya jelek. Atas gaya jalan seperti lelaki sehingga ada guru di sekolah berkata, "Brutal dia ni." Tapi apakan daya, cara jalan dia memang sebegitu. Bukannya dia tidak pernah cuba untuk memperbaiki.
Biarlah orang berkata apa yang mereka suka, sebab mereka ada hak untuk berkata-kata. Tetapi prinsip hidupnya tidak pernah lari. Dia tidak pernah kenal apa itu cinta manusia, dia hanya mencari cinta Ilahi. Itulah yang perlu dicari untuk perjalanan akhirat nanti. Janji Allah itu pasti. Tapi dia juga masih ingin mengenal kasih sayang. Dia seorang wanita yang amat memerlukan kasih sayang. Dalam hidupnya penuh duka walaupun di mata temannya dia seorang yang ceria.
Pernah suatu ketika, hatinya hancur dek kehilangan insan yang amat disayangi. Insan bernama ayah yang amat penyayang lagi bertanggungjawab. Walaupun waktu kecil dahulu dia sering dirotan, dicili akibat kenakalan. Tahun ini genap tiga tahun pemergian insan tersebut. Terlalu pantas masa berlalu. Masih berkesempatan dia menjenguk ke daerah pusara ayahandanya. Tahun ini juga sudah empat kali dia tidak dapat mencium tangan dan dahi, mendakap penuh mesra ayahnya. Masih dirindui gelak dan suaranya walaupun ketika itu ayahnya sedang sakit.
Banyak lagi kehilangan yang berlaku dalam hidupnya. Rakan-rakan seperjuangan yang sama-sama menuntut ilmu, sahabat yang turut sama mengikuti program, adik-adik yang mengikuti perkembangan dirinya. Namun, dia sering kecewa dan hampa apabila tangan yang dihulur, ludah yang diterima. Nilai persahabatan yang dihulurkan, keegoaan, kesombongan dan kerendahan yang diterimanya.
Sehinggakan sampai satu masa, dia merajuk lalu pergi meninggalkan semua Atas alasan apa? "Biarlah aku sendirian, kerna mereka lebih suka aku pergi."
Kini, dia cuba bangkit kembali untuk menebus kekhilafan diri. Namun, sekali lagi dia jatuh terduduk sehingga memaksa untuk memaut pada sesuatu. Apakan daya, kudratnya hanya tinggal sisa. Sisa yang tinggal sementara untuk meniti alam sana. Atas sebab apa dia sedemikian rupa?
Rupanya kasih yang ingin dicurahkan, ukhuwah yang ingin disemaikan disalah tafsir. Malahan dakwah yang diketengahkan, nasihat yang diberikan dibalas dengan kesombongan dan keegoaan seorang manusia. Sekali lagi kekecewaan dan hiba menusuk hati.
"Andai sekali ini nasihatku tak diperlukan lagi, aku reda ya Allah. Sungguh aku tahu aku belum cukup sempurna. Maka, aku reda."
Subscribe to:
Posts (Atom)
